Di Balik Keindahan Lembah Ramma'

Lembah Ramma 'adalah lembah yang terletak di kaki gunung bawakaraeng dengan kisaran 1.600 meter di atas permukaan laut (MDPL). Cerita ini berawal saat itu PSBB di kota Makassar baru saja usai, saya dan teman saya bernama Rafly berencana ingin melepas kejenuhan di kaki gunung bawakaraeng. Hari itu pukul 20:00 WITA kami berdua telah menyiapkan barang yang akan kami bawa ke lembah ramma '.
    Dalam perjalanan menuju dusun lembana (titik awal), kami di hentikan oleh mahasiswa universitas negri Makassar (UNM), kata mereka jalur pendakian di lembanna masi di tertutup, tak berselang lama kami mendapatkan kabar di media sosial katanya besok jalur pendakian sudah di buka, kami Sudah udah membangun tenda darurat di samping mesjid di jalan poros malino
      Keesokan yang kami ketahui untuk melanjutkan perjalanan kami menuju dusun lembanna, mahasiswa tadi juga ikut bersama kami. Sesampainya di dusun lembanna portal jalan masuk ke dusun tersebut masi tertutup jadi kami menunggu petugas yang menjaga portal tersebut, akhirnya petugas tersebut tiba dia bilang bahwa sebenarnya pendakian bawakaraeng / lembah Ramma sudah di buka tetapi belum mendapatkan izin dari polsek setempat. Karna petugas itu kasihan dengan kami yang sudah jauh-datang dari Makassar akhirnya petugas itu memberi saran bahwa motor yang kami pakai biar petugas yang aman dan kami di suruh mencari jalur ari terjun lembanna yang jaraknya tidak terlalu jauh dari titik awal pendakian, dengan bermodalkan nekat kamipun membuka jalur,
      Kamipun lembah perjalanan perjalanan kami, kami belok ke kanan untuk jalur pendakian ramma. Karena mahasiswa yang bareng dengan kami jalan nya lamah sekali sampai dia ketinggalan, tinggal saya dan teman saya menyusuri rimbunnya hutan di jalur pendakian lembah ramma. Tidak ada angin tidak ada hujan perasaan saya kurang baik tiba tiba kepala saya ngeblang saat itu di menuju sungai 3 kami berdua istirahat di jalur, saya mendengar suara gamelan di balik samar samarnya suara lonceng sapi yang berada tidak jauh dari jalur pendakian, begitupun teman sya dia mendengar suara mesjid, tapi masuk akalkah suara mesjid masi kedengaran di ketinggian seperti ini. Tetapi kami berdua menghiraukan suara tersebut dan melanjutkan perjalanan kami ke talung, perjalanan dari sungai 3 ke sungai 4 saya melihat samar seperti rumah warga di depan langkah kakiku pun tidak terkontrol serasa ingin mendekat ke rumah tersebut, untung teman saya langsung menepuk pundak saya sehingga saya tersadar bahwa di sana tidak ada rumah melainkan jurang, di situ saya langsung berbalik Ara dan mengikuti lagi jalur pendakian. Sesampainya di sungai 4, saya cukup miris pohon pohon yang telah lama di tinggalkan oleh pendaki telah habis di babat oleh oknum yang bertanggung jawab, sampai ke jalur dari sungai 4 ke puncak talung itu tertutup oleh pepohonan yang tumbang, kami berdua memutuskan untuk istirahat di sungai 4 sembari menunggu mahasiswa yang bersama kami di awal pendaki. Mahasiswa itupun datang dan kami melanjutkan perjalanan ke puncak talung, sesampainya di talung kami singgah untuk bersua foto, karna saat itu view di talung sangat indah, di atas terlihat lembah Ramma ,danau Tanralili dan puncak Bawakaraeng dari kejahuan , matahari yang mulai tenggelam di ufuk barat menambah keindahan di puncak talung
    

    Setelah bersua foto kamipun bergegas untuk melanjutkan perjalanan, mengingat perjalanan ke lembah Ramma masi agak jauh mungkin kisaran 30 menit. karena sudah menjelang malam kamipun mengambil senter di tas kita masing masing dan melanjutkan perjalanan kita ke lembah ramma.
     Sesampainya di lembah ramma kamipun mencari tempat untuk mendirikan tenda. Tendapun telah berdiri, mahasiswa yang sama kita tadi menyiapkan makan malam, sembari menyiapkan makan malam kamipun berbincang-bincang dan bertukar pengalaman. Makanan yang di buat pun telah matang, kita semua makan malam bersama di temani suara angin yang begitu keras dan taburan bintang di langit.

Comments